Jakarta — Apa yang bermula dari ajang karaoke santai bersama jurnalis kini berubah menjadi langkah serius Kintan menapaki industri musik. Lewat single bertajuk “Let’s Dance”, ia tak sekadar menghadirkan lagu ceria, tetapi juga menegaskan komitmennya sebagai pendatang baru yang siap bersaing.
Berbeda dari kesan awal yang terbilang spontan, perilisan “Let’s Dance” justru dirancang dengan konsep matang. Kintan melihat respons positif saat karaoke sebagai validasi awal, namun ia tak ingin berhenti pada pujian sesaat. Ia memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun branding musikal yang lebih terarah.
Single ini mengusung warna pop dance dengan sentuhan elektronik yang kuat, menyasar pendengar muda yang akrab dengan playlist energik dan konten media sosial. Lagu ini dirancang bukan hanya enak didengar, tetapi juga punya potensi viral sebagai latar dance challenge.
Lewat “Let’s Dance”, Kintan juga mencoba keluar dari zona nyaman. Ia tampil lebih ekspresif dan percaya diri, menunjukkan sisi fun sekaligus ambisius. Baginya, musik bukan sekadar hobi, melainkan medium untuk membangun identitas dan membuka peluang yang lebih luas di dunia hiburan.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Kintan tak ingin dikenal hanya karena momen karaoke viral. Ia ingin dikenal lewat karya. “Let’s Dance” pun menjadi pembuka perjalanan yang lebih serius — dari panggung kecil ruang karaoke menuju panggung industri musik yang sesungguhnya.(Silvia Andriani)

