JAKARTA – Industri film kini tak hanya membidik komunitas pecinta film sebagai basis penonton. Komunitas dengan karakteristik berbeda, termasuk komunitas crypto, mulai dilirik sebagai potensi pasar baru untuk membawa penonton kembali ke bioskop.
Strategi tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan dalam pemasaran proyek film. Komunitas dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk menjangkau audiens yang sebelumnya tidak secara khusus mengikuti perkembangan film Indonesia.
Akshay Melwani mengatakan, kehadiran komunitas dengan karakteristik berbeda dapat membantu memperluas basis penonton sebuah film.
Menurut Akshay, kegiatan di sejumlah kota seperti Surabaya dan Malang menjadi salah satu contoh pendekatan tersebut. Kedua kota itu tidak hanya memiliki komunitas film yang cukup besar, tetapi juga komunitas crypto yang dapat menjadi segmen penonton potensial.
“Surabaya dan Malang bukan hanya movie community-nya yang besar, tapi crypto community-nya juga besar,” ujar Akshay.
Menurut dia, pendekatan tersebut dapat membantu membangun broader market atau pasar yang lebih luas bagi sebuah film. Film tidak hanya ditawarkan kepada penonton yang memang sudah memiliki ketertarikan terhadap sinema, tetapi juga kepada komunitas dengan minat dan karakteristik yang berbeda.
Strategi ini diharapkan dapat membuka peluang untuk membawa kelompok penonton baru ke bioskop. Dengan demikian, pemasaran film tidak hanya mengandalkan basis penonton konvensional, tetapi juga memanfaatkan jaringan komunitas yang sudah memiliki keterikatan dan aktivitas tersendiri.
Akshay menilai strategi tersebut juga dapat mendukung upaya memperluas pasar film Indonesia ke luar negeri. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas dapat menjadi salah satu bagian dari strategi untuk memperkenalkan film kepada pasar yang lebih beragam.
Ekspansi tersebut nantinya tidak hanya bergantung pada distribusi film, tetapi juga pada kemampuan membangun basis penonton di berbagai komunitas dan wilayah.
Dengan pendekatan tersebut, industri film dapat melihat komunitas bukan hanya sebagai target promosi, tetapi sebagai pintu masuk untuk membangun audiens baru dan memperluas jangkauan sebuah film. (Silvia Andriani)
















Discussion about this post