JAKARTA – Usia bukan menjadi alasan bagi Ozy untuk mengurangi aktivitasnya di dunia hiburan. Di usia 64 tahun, pemeran yang lekat dengan karakter Si Manis Jembatan Ancol itu masih aktif naik turun panggung dan terlibat dalam pertunjukan drama musikal.
Kali ini, artis yang identik dengan penampilan botak nya terlibat dalam drama musikal yang menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan.
Pertunjukan tersebut menghadirkan warna berbeda dengan memasukkan lagu-lagu Mandarin di tengah nuansa nasionalisme.
Kehadiran lagu Mandarin menjadi salah satu elemen yang membuat pertunjukan tersebut terasa lebih beragam. Penyanyi Vivian turut ambil bagian dengan membawakan lagu Mandarin, termasuk berkolaborasi dengan para pemain lainnya.
Bagi Vivian, memadukan lagu Mandarin dengan tema kemerdekaan menjadi tantangan tersendiri. Ia harus tetap menghadirkan karakter lagu Mandarin tanpa menghilangkan atmosfer nasionalisme yang menjadi tema utama pertunjukan.
“Konsep kemerdekaan terus harus bawa lagu Mandarin. Itu kan enggak gampang, tetapi tetap dengan nuansa nasionalnya, tidak meninggalkan suasana nasionalisme,” ujar Vivian.
Sementara bagi pria yang identik dengan rambut botaknya ini keterlibatannya dalam pertunjukan juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan hiburan yang dekat dengan masyarakat. Karakter Si Manis Jembatan Ancol yang sudah dikenal publik menjadi salah satu elemen yang digunakan agar pertunjukan lebih mudah diterima penonton.
Tak hanya soal konsep pertunjukan, Oji juga membagikan rahasianya untuk tetap eksis sebagai penghibur di tengah usia yang terus bertambah.
Menurutnya, seorang entertainer harus menjaga tiga hal penting, yakni penampilan, etika, dan kesehatan.
“Suara bisa nilai tujuh enggak apa-apa. Yang penting penampilan itu menarik. Enggak perlu mahal, tapi menarik,” ujarnya.
Ia juga menilai etika menjadi bagian penting dalam mempertahankan eksistensi seorang seniman. Menurutnya, seorang entertainer tidak hanya dinilai dari kemampuan tampil, tetapi juga bagaimana menjaga sikap dan nama baik.
Selain itu, kondisi fisik juga harus dijaga karena tuntutan panggung tetap membutuhkan stamina. Terlebih dalam pertunjukan drama musikal, pemain harus mampu bergerak dan tampil maksimal.
Di sisi lain, panggung tersebut juga menjadi momentum nostalgia bagi Medi. Ia dan Ozy diketahui sama-sama memiliki latar belakang sebagai Bintang Radio dan Televisi dari Sumatera Utara sebelum melanjutkan perjalanan karier mereka di ibu kota.
Pertemuan kembali di atas panggung pun menjadi bagian dari perjalanan panjang keduanya di dunia hiburan.
Dengan perpaduan karakter Si Manis Jembatan Ancol, pengalaman para seniman senior, serta sentuhan lagu Mandarin, drama musikal tersebut mencoba menghadirkan hiburan bernuansa kemerdekaan yang tidak hanya mengandalkan nostalgia, tetapi juga menawarkan warna berbeda bagi penonton. (Silvia Andriani)
















Discussion about this post