HIMM tak sekadar merilis album perdana, tetapi juga memperkenalkan jati diri mereka lewat Selamanya. Di tengah derasnya arus musik digital dan tren yang cepat berubah, grup ini memilih jalur pop yang lugas, personal, dan penuh narasi sebagai fondasi identitas bermusik mereka.
Alih-alih mengejar formula instan, HIMM meramu Selamanya sebagai karya konseptual. Setiap lagu disusun untuk membentuk benang merah cerita tentang proses bertumbuh—dari fase kehilangan, refleksi diri, hingga keberanian membuka lembaran baru. Album ini menjadi semacam “perkenalan resmi” tentang siapa HIMM dan apa yang ingin mereka sampaikan ke pendengar.
Secara produksi, HIMM menekankan keseimbangan antara aransemen modern dan sentuhan organik. Dominasi instrumen yang hangat dipadukan dengan dinamika vokal yang intim menciptakan ruang emosional yang terasa dekat. Pendekatan ini sekaligus menjadi pembeda di tengah tren pop yang cenderung eksperimental dan elektronik.
Bagi HIMM, Selamanya bukan hanya kumpulan lagu, melainkan fondasi perjalanan karier. Mereka ingin dikenal sebagai grup yang konsisten menyuarakan cerita-cerita realistis dengan bahasa sederhana namun mengena. Tema cinta tetap menjadi benang utama, tetapi dikemas dari sudut pandang yang lebih dewasa—tentang menerima kenyataan dan merayakan proses bangkit.
Langkah merilis album penuh di awal perjalanan juga menunjukkan keseriusan mereka dalam membangun katalog karya. Di era single digital yang lebih dominan, keputusan ini menjadi strategi untuk menegaskan komitmen jangka panjang di industri.
Dengan Selamanya, HIMM menegaskan posisi sebagai pendatang baru yang datang dengan konsep jelas dan karakter kuat. Album ini menjadi titik awal yang bukan hanya memperkenalkan nama, tetapi juga menanamkan pesan bahwa musik pop tetap bisa sederhana, tulus, dan relevan di tengah perubahan zaman.















