Jakarta – Isu perundungan di media sosial kembali menyeret nama Thariq Halilintar. Kali ini, sorotan tertuju pada langkah tegasnya setelah sang anak menjadi sasaran komentar negatif warganet.
Alih-alih sekadar membalas dengan emosi, Thariq memberi sinyal bahwa ia tengah menyiapkan langkah serius. Kalimat singkat “tunggu tanggal mainnya” yang ia unggah memunculkan dugaan bahwa persoalan ini akan dibawa ke ranah hukum.
Sebagai figur publik yang tumbuh dalam keluarga besar yang juga dikenal luas, adik dari Atta Halilintar itu dinilai sudah terbiasa menghadapi kritik. Namun, menurut banyak pendukungnya, situasi berbeda ketika yang diserang adalah anak yang belum bisa membela diri.
Sejumlah netizen menilai sikap Thariq menjadi pengingat bahwa kebebasan berkomentar di media sosial tetap memiliki batas. Terlebih jika menyangkut anak di bawah umur yang dilindungi undang-undang.
Kasus ini pun kembali membuka diskusi soal etika digital dan perlindungan anak di ruang publik. Jika benar ditempuh melalui jalur hukum, langkah Thariq bisa menjadi preseden penting bahwa orang tua berhak dan wajib bertindak ketika anak menjadi korban perundungan daring.
Kini publik menanti, apakah peringatan tersebut benar-benar akan berujung pada proses hukum atau cukup menjadi teguran keras bagi para pelaku komentar negatif. (Silvia Andriani)












