Kabar duka datang dari dunia kreator digital Tanah Air. Lula Lahfah, sosok muda yang dikenal lewat media sosial dan lingkaran kreatif, berpulang ke pangkuan sang illahi pada jumat, 22 Januari 2026 dan meninggalkan kesedihan mendalam bagi orang-orang terdekatnya, termasuk Reza Arap.
Tak seperti hiruk-pikuk yang biasa mengiringi figur publik, kepergian Lula justru disambut dengan kesunyian. Linimasa media sosial dipenuhi pesan singkat, emoji patah hati, dan kalimat-kalimat yang tertahan—seolah banyak yang kehilangan kata untuk menggambarkan duka.
Lula dikenal bukan hanya sebagai pasangan seorang figur publik, tetapi juga sebagai pribadi yang hangat di lingkungannya. Unggahan-unggahan lama yang kembali dibagikan menunjukkan sosoknya yang sederhana, dekat dengan teman, dan jauh dari kesan mencari sorotan.
Reza Arap sendiri memilih menyampaikan kesedihan dengan cara yang personal. Tanpa banyak pernyataan panjang, ekspresi dukanya justru terasa lebih dalam. Sejumlah agenda kerja yang semula dijadwalkan pun dibatalkan sebagai bentuk penghormatan dan ruang untuk berduka.
Hingga saat ini, belum ada keterangan rinci terkait penyebab kepergian Lula Lahfah. Pihak keluarga dan orang terdekat memilih menjaga privasi di tengah perhatian publik yang besar. Aparat berwenang masih menangani proses sesuai prosedur.
Kepergian Lula menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap dunia digital dan nama besar figur publik, ada manusia dengan kehidupan personal yang rapuh dan penuh cerita. Duka ini bukan hanya milik satu orang, tetapi juga mereka yang pernah mengenalnya—baik secara langsung maupun dari kejauhan.















