Jakarta – Bagi penyanyi Alyne Ma’arif, musik memiliki peran yang jauh melampaui sekadar hiburan. Ia percaya bahwa lagu dapat menjadi ruang penyembuhan bagi banyak orang yang sedang menghadapi luka batin.
Keyakinan itu pula yang ia bawa dalam single terbarunya, “Matahari Kau Menangis”, sebuah lagu yang lahir dari refleksi mendalam tentang kekuatan manusia menghadapi kesedihan dan kesendirian.
“Musik punya kekuatan untuk menyuarakan isi hati secara otentik. Kadang ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata biasa, tapi bisa terasa lewat lagu,” ungkap Alyne.
Tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, Alyne juga aktif menggunakan musik sebagai sarana pemberdayaan sosial. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan kreatif dan sosial, mulai dari workshop musik bagi generasi muda hingga kegiatan charity yang memanfaatkan musik sebagai terapi emosional.
Sebagai seorang ibu tunggal, Alyne juga kerap berbagi pengalaman kepada anak-anak dan remaja tentang bagaimana musik bisa menjadi cara sehat untuk mengekspresikan perasaan. Ia ingin generasi muda berani jujur pada emosi mereka dan tidak takut menyalurkannya melalui karya.
Perjalanan bermusiknya sendiri telah melahirkan sejumlah karya, termasuk album Cinta Sang Pembunuh, Pembangkit Jiwa, dan Suara Kecil, Hati Besar yang banyak berbicara tentang pergulatan batin manusia.
Di tengah dinamika industri musik, Alyne juga menyuarakan pentingnya penghargaan terhadap karya para musisi. Menurutnya, sistem hak cipta dan royalti harus mampu melindungi para kreator agar mereka dapat terus berkarya dengan tenang.
“Musik bukan hanya produk hiburan. Di balik sebuah lagu ada proses batin dan pengalaman hidup yang sangat personal,” ujarnya.
Bertepatan dengan momentum Hari Musik Nasional, Alyne berharap musik Indonesia terus berkembang tidak hanya dari sisi industri, tetapi juga dari nilai kemanusiaan yang dibawanya.
Lewat “Matahari Kau Menangis”, ia ingin menghadirkan pesan sederhana: bahwa setiap orang berhak merasa rapuh, namun tetap memiliki kekuatan untuk bangkit dan melanjutkan hidup. (Silvia Andriani)












