Sabtu, September 19, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Selebtoday.com
  • Seleb
  • K-Pop
  • K-Drama
  • Musik
  • Film
    Film Horor di Persimpangan Budaya dan Bisnis, Sineas Bicara Soal Pasar hingga Kreativitas

    Film Horor di Persimpangan Budaya dan Bisnis, Sineas Bicara Soal Pasar hingga Kreativitas

    Adinda Azani Jadi Gadis Desa di Sinetron ‘Cinta Seluas Samudra

    Adinda Azani Jadi Gadis Desa di Sinetron ‘Cinta Seluas Samudra

    Yama Carlos dan Catherine Wilson Jadi “Sekolah Akting” bagi Pemain Muda di Film Last Witness

    Yama Carlos dan Catherine Wilson Jadi “Sekolah Akting” bagi Pemain Muda di Film Last Witness

    Kalau Hidup Bisa Diperbaiki, Sejauh Apa Seseorang Akan Mencobanya?FILM KETOK MEJIK Siap Mengajak Penonton Menemukan Jawabannya di Bioskop

    Kalau Hidup Bisa Diperbaiki, Sejauh Apa Seseorang Akan Mencobanya?FILM KETOK MEJIK Siap Mengajak Penonton Menemukan Jawabannya di Bioskop

    Komunitas Crypto hingga Film Dibidik Jadi Pasar Baru Penonton Bioskop

    Komunitas Crypto hingga Film Dibidik Jadi Pasar Baru Penonton Bioskop

    Film Siti si Vampir Rilis Official First Look, Ketika Gadis Biasa Jadi Vampir Luar Biasa

    Film Siti si Vampir Rilis Official First Look, Ketika Gadis Biasa Jadi Vampir Luar Biasa

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Sehati
  • Ragam
  • Seleb
  • K-Pop
  • K-Drama
  • Musik
  • Film
    Film Horor di Persimpangan Budaya dan Bisnis, Sineas Bicara Soal Pasar hingga Kreativitas

    Film Horor di Persimpangan Budaya dan Bisnis, Sineas Bicara Soal Pasar hingga Kreativitas

    Adinda Azani Jadi Gadis Desa di Sinetron ‘Cinta Seluas Samudra

    Adinda Azani Jadi Gadis Desa di Sinetron ‘Cinta Seluas Samudra

    Yama Carlos dan Catherine Wilson Jadi “Sekolah Akting” bagi Pemain Muda di Film Last Witness

    Yama Carlos dan Catherine Wilson Jadi “Sekolah Akting” bagi Pemain Muda di Film Last Witness

    Kalau Hidup Bisa Diperbaiki, Sejauh Apa Seseorang Akan Mencobanya?FILM KETOK MEJIK Siap Mengajak Penonton Menemukan Jawabannya di Bioskop

    Kalau Hidup Bisa Diperbaiki, Sejauh Apa Seseorang Akan Mencobanya?FILM KETOK MEJIK Siap Mengajak Penonton Menemukan Jawabannya di Bioskop

    Komunitas Crypto hingga Film Dibidik Jadi Pasar Baru Penonton Bioskop

    Komunitas Crypto hingga Film Dibidik Jadi Pasar Baru Penonton Bioskop

    Film Siti si Vampir Rilis Official First Look, Ketika Gadis Biasa Jadi Vampir Luar Biasa

    Film Siti si Vampir Rilis Official First Look, Ketika Gadis Biasa Jadi Vampir Luar Biasa

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Sehati
  • Ragam
No Result
View All Result
Selebtoday.com
No Result
View All Result
Home Film

Film Horor di Persimpangan Budaya dan Bisnis, Sineas Bicara Soal Pasar hingga Kreativitas

by Redaksi Seleb
19 September 2026
in Film
Reading Time: 3 mins read
0
Film Horor di Persimpangan Budaya dan Bisnis, Sineas Bicara Soal Pasar hingga Kreativitas

JAKARTA — Perkembangan film horor Indonesia tidak hanya berbicara soal bagaimana menghadirkan rasa takut kepada penonton. Di balik sebuah film, terdapat pertarungan antara kreativitas sineas, kekayaan budaya lokal, selera penonton, dan kebutuhan industri untuk menemukan pasar.

Persoalan tersebut menjadi salah satu bahasan dalam Festival Film Horor (FFHoror) IX yang digelar di JTown Food & Entertainment Center, Jalan Jatinegara Timur, Jatinegara, Jakarta Timur, pada 28 September 2026.

Diskusi bertema “Sinkretisme dan Fenomena Film Horor Indonesia” menghadirkan praktisi perfilman, produser sekaligus penulis skenario Budi Sumarno serta sutradara Hasto Broto. Diskusi dipandu jurnalis senior dan pengamat film Didang Prajasasmita.

Baca Juga

Adinda Azani Jadi Gadis Desa di Sinetron ‘Cinta Seluas Samudra

Yama Carlos dan Catherine Wilson Jadi “Sekolah Akting” bagi Pemain Muda di Film Last Witness

Kalau Hidup Bisa Diperbaiki, Sejauh Apa Seseorang Akan Mencobanya?FILM KETOK MEJIK Siap Mengajak Penonton Menemukan Jawabannya di Bioskop

Bagi Budi, perjalanan film horor Indonesia memiliki hubungan erat dengan budaya masyarakat. Cerita rakyat, mitos, ritual, kepercayaan lokal hingga tradisi menjadi sumber yang kemudian diolah menjadi cerita sinematik.

Namun, menurutnya, kekayaan budaya tersebut tidak cukup hanya dipindahkan begitu saja ke layar lebar.

Mitos dan tradisi harus diolah menjadi konflik serta cerita yang relevan dengan penonton masa kini. Di titik inilah kreativitas sineas bertemu dengan kebutuhan industri.

Horor Tak Lagi Hanya Mengandalkan Hantu
Budi menjelaskan, film horor modern memiliki beragam pendekatan. Ia membaginya antara lain ke dalam Apocalyptic Horror, Demonic Horror, dan Psychological Horror.

Apocalyptic Horror mengangkat ancaman kehancuran dunia atau peradaban. Demonic Horror menempatkan iblis, setan, atau kerasukan sebagai sumber teror. Sementara Psychological Horror membangun ketakutan melalui trauma, paranoia, rasa bersalah, dan gangguan persepsi manusia.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ketakutan dalam film horor dapat dibangun melalui berbagai lapisan cerita, tidak semata-mata mengandalkan kemunculan makhluk gaib.
Di Indonesia, pendekatan tersebut juga dapat bertemu dengan mitos, tradisi, spiritualitas, dan persoalan sosial yang hidup di tengah masyarakat.

Menurut Budi, penonton pun tidak hanya mencari rasa takut ketika menyaksikan film horor. Rasa penasaran terhadap misteri, identitas sumber teror, penyebab konflik, hingga akhir cerita menjadi bagian dari daya tarik genre tersebut.

Sutradara Fokus Berkarya, Produser Mengurus Bisnis.

Sementara itu, Hasto Broto menyoroti hubungan antara kreativitas dan kepentingan komersial dalam produksi film.

Menurut Hasto, tugas utama seorang sutradara adalah membuat film dengan eksekusi terbaik sesuai cerita yang dipercayakan kepadanya. Sementara persoalan apakah film tersebut akan sukses secara komersial merupakan bagian lain yang tidak dapat dipastikan.

“Siapa pun sutradaranya pasti ingin membuat film yang terbaik. Genre apa pun, eksekusinya harus bagus. Soal komersial, itu tidak bisa dijamin. Film yang ramai di media sosial pun belum tentu membuat orang datang ke bioskop,” ujar Hasto.

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya jarak antara kualitas kreatif sebuah film dengan respons pasar. Popularitas di media sosial tidak otomatis menjadi jaminan jumlah penonton di bioskop.

Karena itu, menurut Hasto, pembagian peran antara sutradara dan produser menjadi penting. Sutradara berkonsentrasi membangun storytelling dan visual, sedangkan produser memikirkan strategi bisnis serta pemasaran agar film dapat bertemu dengan penontonnya.

“Film adalah media yang luas. Ia bisa menakutkan, bisa menghibur, tetapi juga bisa menyampaikan pesan sosial dan kemanusiaan,” katanya.

Ketika Budaya Lokal Menjadi Komoditas Cerita
Persoalan lain muncul ketika mitos dan budaya lokal semakin banyak digunakan sebagai sumber cerita film horor.

Ketua Dewan Juri FFHoror, Ncank Mail, menyoroti tanggung jawab sineas dalam memahami konteks budaya sebelum mengolah mitologi Nusantara menjadi cerita film.

Menurutnya, belum ada formula yang dapat menjamin sebuah film pasti sukses. Sineas perlu membaca perkembangan pasar, memahami selera penonton, sekaligus mempertahankan kualitas karya.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana adaptasi mitologi dalam film dapat menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan melestarikan budaya, sekaligus membuka kemungkinan terjadinya perubahan makna ketika cerita tersebut masuk ke industri hiburan.

Pertanyaan itu menjadi relevan ketika film horor semakin sering menjadikan kepercayaan, ritual, legenda, dan mitos masyarakat sebagai daya tarik cerita.

Pada akhirnya, diskusi FFHoror IX memperlihatkan bahwa film horor Indonesia berada di ruang yang lebih luas daripada sekadar industri hiburan. Genre tersebut menjadi titik temu antara kreativitas, budaya, selera penonton, strategi pemasaran, dan kepentingan bisnis.

Di tengah pertumbuhan pasar film horor, tantangannya bukan hanya bagaimana membuat penonton takut, tetapi bagaimana menghadirkan cerita yang kuat sekaligus mampu menemukan penontonnya..(Silvia Andriani)

Tags: #budayadanbisnis#filmhoror#kreativitas#persimpangan#sineasbicara#soalpasar

Baca Juga

Adinda Azani Jadi Gadis Desa di Sinetron ‘Cinta Seluas Samudra

Adinda Azani Jadi Gadis Desa di Sinetron ‘Cinta Seluas Samudra

by Redaksi Seleb
18 September 2026

JAKARTA — Setelah sekitar satu tahun vakum dari layar televisi untuk fokus mengurus buah hati, Adinda Azani kembali bermain sinetron....

Yama Carlos dan Catherine Wilson Jadi “Sekolah Akting” bagi Pemain Muda di Film Last Witness

Yama Carlos dan Catherine Wilson Jadi “Sekolah Akting” bagi Pemain Muda di Film Last Witness

by Redaksi Seleb
6 September 2026

JAKARTA — Film kedua yang diproduksi CAS Production menjadi ruang belajar bagi sejumlah pemain muda dan pendatang baru. Bukan hanya...

Kalau Hidup Bisa Diperbaiki, Sejauh Apa Seseorang Akan Mencobanya?FILM KETOK MEJIK Siap Mengajak Penonton Menemukan Jawabannya di Bioskop

Kalau Hidup Bisa Diperbaiki, Sejauh Apa Seseorang Akan Mencobanya?FILM KETOK MEJIK Siap Mengajak Penonton Menemukan Jawabannya di Bioskop

by Redaksi Seleb
9 Agustus 2026

Jakarta, - Setelah sukses membangun rasa penasaran lewat official poster dan trailernya, FILM KETOK MEJIK siap menyapa penonton melalui sebuah...

Komunitas Crypto hingga Film Dibidik Jadi Pasar Baru Penonton Bioskop

Komunitas Crypto hingga Film Dibidik Jadi Pasar Baru Penonton Bioskop

by Redaksi Seleb
9 Agustus 2026

JAKARTA – Industri film kini tak hanya membidik komunitas pecinta film sebagai basis penonton. Komunitas dengan karakteristik berbeda, termasuk komunitas...

Film Siti si Vampir Rilis Official First Look, Ketika Gadis Biasa Jadi Vampir Luar Biasa

Film Siti si Vampir Rilis Official First Look, Ketika Gadis Biasa Jadi Vampir Luar Biasa

by Redaksi Seleb
7 Agustus 2026

Jakarta - Satine Zaneta dan Ciccio Manassero akan beradu peran untuk pertama kalinya secara bersama dalam film drama komedi Siti...

Agensi Rumah Tangga Rilis Trailer & Poster!  Angkat Realita Anak Muda yang Terkena PHK dengan Balutan Komedi Segar

Agensi Rumah Tangga Rilis Trailer & Poster! Angkat Realita Anak Muda yang Terkena PHK dengan Balutan Komedi Segar

by Redaksi Seleb
6 Agustus 2026

Jakarta, - Setelah sukses di box office dengan film-film Lebarannya, sutradara Naya Anindita kini kembali dengan sajian film terbarunya berjudul...

Discussion about this post

Recommended

Lirik Lagu ‘Cikini Gondangdia’ Duo Anggrek, Viral di TikTok, Cek Faktanya!

Lirik Lagu ‘Cikini Gondangdia’ Duo Anggrek, Viral di TikTok, Cek Faktanya!

3 tahun ago
Jubir Budiman Tiang Bongkar Kisruh Umalas: Transaksi Properti Pakai Crypto hingga Dugaan Intimidasi WNA

Jubir Budiman Tiang Bongkar Kisruh Umalas: Transaksi Properti Pakai Crypto hingga Dugaan Intimidasi WNA

10 bulan ago

Popular News

  • Film Horor di Persimpangan Budaya dan Bisnis, Sineas Bicara Soal Pasar hingga Kreativitas

    Film Horor di Persimpangan Budaya dan Bisnis, Sineas Bicara Soal Pasar hingga Kreativitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adinda Azani Jadi Gadis Desa di Sinetron ‘Cinta Seluas Samudra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Myesha Bellvania Kaat Dapat Dukungan PPAPP Jakarta Timur, Siap Bersaing di Tingkat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aris Laporkan Dugaan Perzinaan, Bukti CCTV hingga Aset Diserahkan ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • De Sultan Bayar Dua Kali demi Pastikan DJ Panda Tetap Tampil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

© 2022 Selebtoday.com / Member of Asiatoday Network

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Seleb
  • K-Pop
  • K-Drama
  • Musik
  • Film
  • Sehati
  • Ragam

© 2022 Selebtoday.com / Member of Asiatoday Network