Genre horor komedi kerap dianggap ringan dan menghibur, namun bagi Wavi Zihan dan Angga Yunanda, justru menyimpan tantangan tersendiri. Keduanya mengungkap bahwa proses bermain dalam film horor komedi menuntut kesiapan mental yang tidak sedikit.
Menurut Angga Yunanda, kesulitan terbesar datang dari tuntutan untuk mengontrol emosi. Ia harus memastikan ekspresi takut tetap terasa nyata tanpa menghilangkan unsur komedi yang menjadi kekuatan film. “Kalau terlalu lucu, horornya hilang. Tapi kalau terlalu serius, penonton nggak dapat hiburannya,” kata Angga.
Wavi Zihan pun mengaku sempat merasakan tekanan selama syuting. Ia menyebut bahwa ritme adegan menjadi faktor krusial. “Timing itu penting banget. Salah sedikit, bisa bikin adegannya terasa aneh,” ujarnya. Situasi di lokasi syuting yang penuh efek suara dan pencahayaan gelap juga menambah tantangan tersendiri.
Meski demikian, pengalaman tersebut justru membuka wawasan baru bagi keduanya. Wavi menilai film horor komedi mengajarkan aktor untuk lebih peka terhadap reaksi lawan main dan arahan sutradara. Sementara Angga merasa genre ini melatihnya untuk tidak terpaku pada satu emosi saja.
Di balik tekanan yang dirasakan, Wavi Zihan dan Angga Yunanda sepakat bahwa film horor komedi memberikan pengalaman akting yang berbeda dan menyenangkan. Mereka berharap penonton bisa merasakan keseruan sekaligus ketegangan yang dihadirkan, tanpa kehilangan unsur hiburan yang menjadi ciri khas genre tersebut.














