Jakarta – Transformasi Dewi Persik dari diva panggung ke sosok ibu rumahan, Ramadan dimaknai sebagai ruang hening untuk merawat cinta dan kedekatan dengan sang putra.
Ramadan tahun ini menghadirkan suasana berbeda bagi Dewi Persik. Jika biasanya ia identik dengan gemerlap panggung dan sorotan kamera, kali ini Depe justru memilih berada di dapur, menyiapkan hidangan untuk putra tercinta yang pulang dari pendidikan taruna.
Kepulangan sang putra menjadi titik balik suasana rumahnya. Tak ada kemewahan berlebihan, hanya pelukan hangat dan air mata yang menandai betapa dalam rasa rindu yang terpendam selama ini.
Depe, Ramadan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga momentum memperlambat langkah dan memeluk keluarga lebih erat.
Opor ayam spesial yang ia siapkan sendiri menjadi simbol sederhana kasih seorang ibu.
Ia ingin memastikan sang putra merasakan kembali kehangatan rumah setelah ditempa disiplin dan kerasnya pendidikan.
Di balik citra tegas dan penuh percaya diri di layar kaca, terselip sisi lembut Dewi Persik sebagai ibu yang merindukan anaknya.
Ramadan kali ini bukan tentang popularitas, melainkan tentang pulang—pulangnya anak, pulangnya rasa, dan pulangnya kebahagiaan ke dalam rumah. (Silvia Andriani)














