Jakarta – Penggunaan mantra berbahasa Jawa Kuno menjadi salah satu elemen yang membuat proses syuting film horor “Pemikat Jiwa” terasa berbeda. Tak hanya mendukung atmosfer cerita, mantra tersebut juga memberikan pengalaman yang membekas bagi para pemain, termasuk Erdin Werdrayana.
Erdin mengungkapkan, mantra yang digunakan dalam film bukan sekadar rangkaian dialog fiktif. Naskah mantra diambil dari bahasa Jawa Kuno dan dipelajari secara khusus oleh lawan mainnya, Fajar Nugra, meski telah mengalami sedikit penyesuaian untuk kebutuhan produksi.
“Kalau kalian dengar mantra-mantranya itu memang berasal dari bahasa Jawa Kuno yang dihafalin langsung sama Bang Fajar. Dan itu benar, bukan ngada-ngada. Cuma memang diubah sedikit,” ujar Erdin saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).
Menurut Erdin, penggunaan mantra autentik tersebut turut membangun suasana syuting yang terasa lebih mencekam. Ia bahkan mengaku banyak kejadian tak terduga yang dialami para pemain dan kru selama proses pengambilan gambar.
Pengalaman tersebut membuat aktor yang sebelumnya tidak terlalu memercayai hal-hal mistis mulai melihat fenomena gaib dari sudut pandang yang berbeda.
Meski tidak merinci kejadian yang dimaksud, Erdin mengakui atmosfer di lokasi syuting menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama membintangi film garapan Don Dharmo tersebut.
Dengan mengangkat kisah seputar pelet dan guna-guna yang lekat dengan budaya Nusantara, “Pemikat Jiwa” tak hanya menawarkan ketegangan di layar, tetapi juga menghadirkan proses produksi yang meninggalkan cerita tersendiri bagi para pemainnya. (Silvia Andriani)
















Discussion about this post