Tangerang – Film horor religi Munafik: Melawan Iblis tak hanya menawarkan adegan-adegan mencekam, tetapi juga mengajak penonton menyelami sisi paling rapuh dalam diri manusia. Di balik teror iblis yang mengintai, film ini berbicara tentang keputusasaan, kehilangan, dan ujian keimanan yang bisa dialami siapa saja.
Pemeran Ustaz Adam, Arya Saloka, mengatakan kekuatan utama film ini justru terletak pada konflik batin para karakternya. Menurutnya, musuh yang dihadapi bukan sekadar sosok iblis, melainkan godaan yang muncul ketika seseorang mulai kehilangan harapan dan menjauh dari Tuhan.
“Kalau disuruh memberi nilai satu sampai sepuluh, saya kasih seribu. Energinya luar biasa,” ujar Arya saat peluncuran poster perdana Munafik: Melawan Iblis di Tangcity Mall XXI, Tangerang, Jumat (17/7/2026).
Senada dengan itu, Acha Septriasa yang memerankan Fitri mengungkapkan karakternya menjadi representasi seseorang yang berada di titik terendah kehidupan setelah kehilangan kedua orang tuanya. Dalam kondisi tersebut, Fitri dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan iman atau menyerah pada godaan kekuatan jahat.
Sutradara Guntur Soeharjanto menegaskan Munafik: Melawan Iblis bukan sekadar menyajikan horor berbasis jumpscare. Film adaptasi dari waralaba Malaysia itu dibangun dengan identitas baru yang menonjolkan drama emosional, pertarungan spiritual, serta visual yang lebih megah. Bahkan, proses pascaproduksi berlangsung selama tujuh bulan untuk menyempurnakan efek visual dan CGI.
Dijadwalkan tayang mulai 3 September 2026, Munafik: Melawan Iblis diharapkan menghadirkan pengalaman horor yang bukan hanya memacu adrenalin, tetapi juga mengajak penonton merenungkan arti keteguhan iman di tengah berbagai cobaan hidup.(Silvia Andriani)
















Discussion about this post