Nicholas Saputra kembali membuktikan dirinya bukan hanya dikenal lewat karya akting, tetapi juga lewat kepeduliannya terhadap isu sosial dan lingkungan. Aktor yang selama ini identik dengan citra tenang dan selektif dalam berkarya itu aktif terlibat dalam upaya mengangkat potensi desa wisata lokal melalui konsep pariwisata berkelanjutan.
Keterlibatan Nicholas dalam berbagai program pengembangan desa wisata bukan sekadar simbolis. Ia kerap menyuarakan pentingnya pengelolaan pariwisata yang ramah lingkungan, berbasis komunitas, serta mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
Menurut Nicholas, desa wisata memiliki kekuatan besar pada keaslian alam dan budaya. Karena itu, pengembangannya perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak ekosistem maupun menghilangkan identitas lokal yang justru menjadi daya tarik utama.
“Yang penting bukan seberapa ramai, tapi bagaimana dampaknya untuk warga dan alam di sekitarnya,” ujar Nicholas dalam salah satu kesempatan.
Ia juga menekankan bahwa pariwisata berkelanjutan dapat membantu desa wisata berkembang lebih matang dan mandiri. Mulai dari pengelolaan sumber daya alam, pelestarian tradisi, hingga penciptaan lapangan kerja bagi warga desa, semuanya harus berjalan seimbang.
Langkah Nicholas Saputra ini mendapat respons positif dari publik. Kehadirannya sebagai figur publik dinilai mampu memperluas jangkauan pesan tentang pentingnya pariwisata berkelanjutan, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli pada desa dan lingkungan.
Lewat konsistensinya, Nicholas berharap desa wisata di Indonesia tak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena keberhasilannya menjaga alam, budaya, dan kesejahteraan masyarakat lokal secara berkelanjutan.














