Jakarta — Proses pendalaman karakter dalam film Dalam Sujudku rupanya tak sekadar teknis bagi Vinessa Inez. Memerankan Aisyah justru menjadi pengalaman personal yang menyerupai perjalanan batin, bukan hanya akting di depan kamera.
Sejak tahap reading, Vinessa sudah merasakan keterikatan emosional yang kuat dengan karakter tersebut. Alih-alih menahannya, ia memilih “mengalir” bersama emosi Aisyah agar bisa menangkap sisi terdalam dari konflik yang dihadapi tokohnya.
“Rasanya bukan cuma memerankan, tapi seperti ikut menjalani hidup Aisyah,” ujarnya.
Dalam prosesnya, emosi itu bahkan terus melekat sepanjang produksi berlangsung. Namun, bagi Vinessa, kondisi tersebut justru menjadi bagian penting dalam membangun kejujuran akting—terutama karena film ini menitikberatkan pada konflik batin dan spiritual.
Dalam Sujudku yang di sutradarai oleh Rico Michael mengangkat cerita tentang pergulatan seseorang menghadapi ujian hidup dan relasi rumah tangga, dengan pendekatan yang intim dan reflektif. Karakter Aisyah menjadi salah satu pusat emosi dalam narasi tersebut.
Menariknya, setelah syuting selesai, Vinessa menyebut dirinya perlu waktu untuk “melepaskan” Aisyah. Ia secara sadar menarik batas agar tidak larut dalam emosi yang sama di kehidupan nyata.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa di balik layar, proses kreatif seorang aktor tak jarang bersinggungan langsung dengan kondisi psikologis.
Dalam kasus Vinessa, perjalanan memerankan Aisyah bukan hanya soal performa, tetapi juga tentang memahami luka, menerima emosi, dan akhirnya berdamai.(Silvia Andriani)
















Discussion about this post