Tangerang – Desainer Migi Rihasalay menghadirkan karya penuh filosofi dalam ajang Face of Indonesia. Lewat busana bertema “Mawar Hitam Berdarah”, ia mengajak masyarakat memaknai perjuangan, keberanian, dan pengorbanan yang menjadi bagian dari perjalanan hidup setiap manusia.
Menurut Migi, mawar hitam dipilih sebagai simbol seseorang yang harus melewati berbagai ujian untuk bisa berkembang dan menunjukkan jati dirinya. Sementara unsur darah menjadi representasi dari perjuangan yang tidak pernah mudah.
“Mawar hitam yang sedang berdarah menggambarkan bahwa setiap orang pasti menghadapi banyak ujian. Mekar itu butuh perjuangan, bahkan berdarah-darah,” ungkap designer cantik ini
Koleksi yang ditampilkan sebenarnya pernah diperagakan dalam fashion show sebelumnya. Namun, kali ini Migi memberikan sentuhan baru dengan ornamen bunga dan detail khusus yang disesuaikan untuk panggung Face of Indonesia.
Ia juga menghadirkan empat ikon dalam konsep pertunjukan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengharumkan nama Indonesia. Baginya, setiap karya memiliki cerita yang saling berkaitan dengan semangat perjuangan.
Tak hanya menghadirkan busana, penampilan itu juga diperkaya dengan kolaborasi seni tari yang menggambarkan perjalanan emosional di balik proses kreatif. Migi menyebut kolaborasi tersebut lahir dari perjuangan masing-masing seniman hingga akhirnya bersatu menjadi sebuah pertunjukan yang utuh.
Momen emosional juga mewarnai penampilannya. Migi mengaku sempat dibuat percaya bahwa salah satu kolaboratornya, Wisnu, tidak akan hadir. Namun ternyata semua itu hanyalah kejutan yang telah direncanakan.
“Aku benar-benar dibohongi. Tadi sampai sempat menangis karena ternyata dia datang. Itu jadi momen yang sangat spesial,” katanya sambil tersenyum.
Kolaborasi Migi dan Wisnu sendiri bukanlah yang pertama. Keduanya telah bekerja sama dalam berbagai proyek kreatif, termasuk karya bertema Lollipop yang pernah dikenakan sejumlah selebritas Indonesia seperti Ayu Ting Ting, bahkan tampil di ajang internasional.
Seluruh koleksi yang dipamerkan dibuat secara handmade menggunakan bahan dasar kanvas yang dilukis langsung dengan tangan. Proses pengerjaannya memerlukan ketelitian tinggi karena setiap detail dikerjakan satu per satu.
Melalui karya tersebut, Migi berharap busana bukan hanya menjadi produk fesyen, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan tentang keteguhan hati, keberanian, serta semangat pantang menyerah yang dapat menginspirasi banyak orang.(Silvia Andriani)

















Discussion about this post