JAKARTA – Merek otomotif Lepas hadir di pasar Indonesia dengan strategi yang berbeda. Alih-alih hanya menawarkan kendaraan berteknologi tinggi, Lepas ingin membangun citra sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat modern, khususnya di segmen premium.
Melalui peluncuran produknya, Lepas menekankan bahwa mobil bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan representasi karakter dan gaya hidup pemiliknya. Karena itu, perusahaan memadukan unsur desain, teknologi, dan kolaborasi lintas industri untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan konsumen.
“Lepas membawa sebuah gaya hidup. Kami melihat konsumen Indonesia, khususnya di segmen premium, tidak hanya mencari teknologi, tetapi juga produk yang mampu mencerminkan identitas dan gaya hidup mereka,” ujar perwakilan Lepas.
Untuk memperkuat citra tersebut, Lepas berencana menjalin kolaborasi dengan berbagai sektor, mulai dari dunia fashion, maskapai penerbangan, hingga komunitas lifestyle. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah keterlibatan dalam ajang Jakarta Fashion Week sebagai bagian dari strategi memperkenalkan merek kepada pasar yang lebih luas.
Di sisi produk, Lepas mengandalkan teknologi baterai berkapasitas besar dengan jarak tempuh yang kompetitif. Perusahaan meyakini kombinasi antara teknologi, desain, dan pengalaman berkendara akan menjadi nilai tambah bagi konsumen Indonesia.
Saat ini, Lepas membuka pemesanan untuk dua model. Lepas L4 ditawarkan dengan harga perkenalan Rp339 juta sebelum kembali ke harga normal Rp349 juta, sementara Lepas L8 dipasarkan mulai Rp589 juta.
Meski telah membuka pemesanan, perusahaan mengaku belum berfokus mengejar volume penjualan. Prioritas utama saat ini adalah memperluas jaringan di kota-kota besar, membangun layanan purna jual, serta memastikan kesiapan pelayanan bagi konsumen.
Dengan strategi tersebut, Lepas optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar otomotif nasional sebagai merek yang menawarkan lebih dari sekadar kendaraan, tetapi juga pengalaman dan gaya hidup bagi para penggunanya. (Silvia Andriani)
















Discussion about this post