JAKARTA — Perasaan rezeki seret kerap muncul ketika seseorang merasa sudah bekerja keras, berusaha mencari penghasilan tambahan, bahkan menjalankan berbagai peluang, tetapi kondisi keuangan tak kunjung memberikan rasa aman.
Situasi tersebut membuat sebagian orang kemudian bertanya-tanya, apakah persoalannya hanya terletak pada besarnya penghasilan?
Praktisi supranatural Liliana yang dikenal dengan nama Ms. Alfa melihat persoalan tersebut dari sudut pandang yang lebih luas.
Menurutnya, hubungan seseorang dengan uang juga perlu diperhatikan karena uang tidak hanya berkaitan dengan nominal pemasukan dan pengeluaran.
“Uang hidup di dalam pikiran. Uang hidup di dalam emosi. Uang hidup di dalam keyakinan. Uang hidup di dalam keputusan,” ujar Ms. Alfa saat ditemui dalam sebuah wawancara.
Bekerja Keras Belum Tentu Membuat Seseorang Merasa Aman
Menurut Ms. Alfa, ada orang yang telah bekerja keras dan memiliki penghasilan cukup, tetapi tetap dihantui rasa takut kekurangan.
Kondisi tersebut membuat seseorang terus mengejar pemasukan tanpa pernah benar-benar merasa aman dengan apa yang sudah dimiliki.
“Menariknya, semua orang memiliki hubungan dengan uang. Bahkan orang yang mengatakan, ‘Saya tidak peduli dengan uang,’ tetap memiliki hubungan dengan uang,” katanya.
Ia menilai cara seseorang memandang uang dapat memengaruhi berbagai keputusan dalam kehidupannya, termasuk ketika bekerja, menjalankan bisnis, maupun menghadapi persoalan finansial.
Karena itu, perasaan kekurangan tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah uang yang dimiliki.
Ada orang dengan penghasilan besar yang tetap merasa tidak cukup. Sebaliknya, ada pula orang dengan penghasilan yang lebih sederhana tetapi mampu menjalani hidup dengan lebih tenang.
Takut Uang Habis Meski Sudah Memiliki
Ms. Alfa juga menyoroti orang-orang yang merasa sangat bahagia ketika mendapatkan uang, tetapi kebahagiaan tersebut hanya berlangsung sementara.
Setelah itu muncul kekhawatiran baru, seperti takut uang habis, takut kehilangan pekerjaan, atau takut kembali berada dalam kondisi kekurangan.
“Bahkan ada orang yang ketika mendapatkan uang merasa bahagia, tetapi beberapa hari kemudian kembali takut karena merasa uangnya akan segera habis,” tutur Ms. Alfa.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan finansial juga berkaitan dengan emosi dan keyakinan seseorang terhadap uang.
Uang kemudian tidak hanya menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi simbol rasa aman.
Hubungan dengan Uang Bisa Memengaruhi Kehidupan
Lebih jauh, Ms. Alfa mengatakan hubungan seseorang dengan uang dapat terlihat dalam berbagai aspek kehidupan.
“Uang hidup di dalam hubungan kita dengan pasangan, keluarga, pekerjaan, bisnis, bahkan dengan diri kita sendiri,” ujarnya.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa uang dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan orang-orang terdekat. Persoalan finansial misalnya, dapat ikut hadir dalam pengambilan keputusan bersama pasangan maupun keluarga.
Begitu pula dalam dunia pekerjaan dan bisnis. Ketakutan kehilangan uang dapat membuat seseorang mengambil keputusan berdasarkan kecemasan, bukan semata-mata berdasarkan pertimbangan yang matang.
Saat Rezeki Terasa Seret
Perasaan rezeki seret pada akhirnya tidak selalu harus dilihat hanya dari berapa banyak uang yang masuk.
Dari perspektif Ms. Alfa, seseorang juga dapat melihat kembali bagaimana dirinya memperlakukan uang, apa yang dirasakan ketika memiliki uang, serta keyakinan apa yang muncul ketika menghadapi kondisi finansial yang tidak pasti. “Ada orang yang sangat mencintai uang. Ada yang membenci uang,” katanya.
Menurutnya, kedua kondisi tersebut sama-sama menunjukkan adanya hubungan emosional manusia dengan uang.
Karena itu, ketika seseorang merasa sudah bekerja keras tetapi kondisi finansial belum sesuai harapan, penting untuk tidak hanya melihat angka pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga memahami pola pikir dan keputusan yang selama ini dibangun terhadap uang.
“Uang hidup di dalam pikiran. Uang hidup di dalam emosi. Uang hidup di dalam keyakinan. Uang hidup di dalam keputusan,” ujar Ms. Alfa.
Pada akhirnya, persoalan rezeki bukan hanya tentang seberapa besar uang yang datang. Ada aspek lain yang turut memengaruhi bagaimana seseorang merasakan kecukupan, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupan ketika berhadapan dengan uang.
“Maka ketika rezeki terasa seret, persoalannya bukan hanya tentang seberapa banyak uang yang datang, tetapi juga tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan mengambil keputusan ketika berhadapan dengan uang,” tutup Ms. Alfa. ( Silvia Andriani)
















Discussion about this post