Lama Fakum setelah hampir dua dekade, serial Lorong Waktu kembali hadir di SCTV dengan nuansa lebih segar.
Kehadiran serial ini bukan sekadar nostalgia, tetapi juga menjadi solusi atas minimnya tontonan berkualitas bagi anak-anak.
Sebagai penggemar lama Lorong Waktu, Miqdad Addausy tak pernah membayangkan akan dipercaya memerankan tokoh ikonik, Zidan. “Pertama kayak dreams come true. Saya tuh penggemar berat Lorong Waktu dan Zidan,” ungkap Miqdad di SCTV Tower, Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Setelah hampir dua dekade
Namun, di balik antusiasmenya, Miqdad sempat merasa terbebani. Karakter Zidan sudah begitu melekat di hati penonton, sehingga ekspektasi pun tinggi. “Waktu tahu jadi Zidan, pertama beban karena semua sudah tahu,” akunya.
Seiring proses syuting, rasa gugup itu perlahan berubah menjadi semangat. Dukungan dari kru dan pemain lain membuat Miqdad semakin menikmati perannya.
“Pas jalaninya antusias banget. Syutingnya juga fun, apalagi dibantu teman-teman yang lain,” tambahnya.
Deddy Mizwar, produser sekaligus salah satu pemain, menegaskan bahwa kembalinya Lorong Waktu bukan semata mengejar popularitas lama. Ia melihat minimnya tayangan anak-anak di televisi sebagai panggilan untuk menghidupkan kembali serial ini.
“Nah, sekarang ini segmennya agak luas. Saya lihat tema anak-anak di televisi hanya kartun impor. Saya menilai kurangnya konten anak-anak,” ujar Deddy.
Dengan pendekatan yang lebih modern namun tetap mempertahankan esensi aslinya, Lorong Waktu diharapkan bisa menjadi tayangan edukatif yang menghibur bagi generasi baru.
Bukan sekadar nostalgia, namun juga jadi jembatan bagi anak-anak masa kini untuk menikmati cerita yang sarat makna.
Discussion about this post