JAKARTA – Penyanyi Icha Yang mengaku tengah mempersiapkan diri untuk kembali beraktivitas di China. Selain menjalani berbagai agenda musik, ia kini juga fokus membuat cover lagu Mandarin serta memperdalam kemampuan bahasa agar lebih mudah beradaptasi dengan industri hiburan setempat.
Menurut artis asal Jember ini sebagian besar kebutuhan penampilannya di China, mulai dari kostum hingga lagu yang akan dibawakan, sudah dipersiapkan oleh tim di sana. Sementara berada di Indonesia, ia memanfaatkan waktu untuk berlatih dan membuat berbagai konten musik berbahasa Mandarin.
“Aku sekarang lagi banyak bikin cover lagu Mandarin. Untuk urusan baju dan lagu biasanya sudah dibantu tim yang ada di China,” ujarnya.
Penyanyi cantik yang punya nama asli Icha Christy ini mengungkapkan bahwa industri musik China memiliki aturan yang berbeda dengan Indonesia. Saat tampil di program televisi, penyanyi diwajibkan membawakan lagu original miliknya sendiri dan tidak diperbolehkan menyanyikan lagu milik orang lain tanpa izin resmi.
“Kalau tampil on air di TV China harus lagu sendiri. Tidak bisa sembarangan membawakan lagu orang lain,” katanya.
Selama beberapa kali tampil di China, Icha merasakan antusiasme besar dari masyarakat setempat. Menurutnya, penonton merasa senang ketika melihat penyanyi asing mampu menyanyikan lagu berbahasa Mandarin dengan baik.
“Mereka happy dan bangga karena bahasa mereka dinyanyikan oleh orang asing. Responsnya sangat positif,” ungkapnya.
Meski mendapat sambutan hangat, artis cantik ini mengakui masih menghadapi kendala bahasa dan pelafalan. Karena itu, ia berencana belajar langsung dengan guru-guru vokal di China agar semakin memahami karakter musik serta pengucapan bahasa Mandarin yang tepat.
“Aku ingin belajar langsung dari mereka supaya lebih paham bagaimana karakter suara yang disukai masyarakat China dan supaya logat Jawaku tidak terlalu terdengar saat bernyanyi,” jelasnya.
Selain tantangan bahasa, Icha juga harus beradaptasi dengan cuaca dan kebiasaan hidup yang berbeda. Ia mengaku sempat mengalami bibir kering hingga mimisan saat menghadapi suhu dingin yang mencapai 3 hingga 5 derajat Celsius.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk terus berkarier di Negeri Tirai Bambu. Icha berharap dapat terus belajar dan mengembangkan kemampuannya agar bisa semakin diterima oleh industri musik China.(Silvia Andriani)
















Discussion about this post