Industri film horor Tanah Air kembali diramaikan dengan kehadiran film terbaru berjudul Tumbal Darah. Film ini menarik perhatian publik karena menggabungkan kisah mistis lokal dengan pendekatan sinematografi modern.
Produser film tersebut menyebutkan bahwa Tumbal Darah tidak hanya mengandalkan adegan menakutkan, tetapi juga menghadirkan konflik keluarga, misteri, serta pesan moral yang kuat. “Kami ingin horor ini bukan sekadar menakutkan, tapi juga punya makna,” ujarnya dalam konferensi pers.
Uniknya, sebagian lokasi syuting dilakukan di bangunan tua yang konon dikenal angker. Para pemain mengaku sempat merasakan pengalaman mistis selama proses pengambilan gambar, mulai dari suara aneh hingga peralatan syuting yang tiba-tiba mati.
Sebuah fakta mengejutkan terungkap dari film horor-aksi terbaru, Tumbal Darah. Sutradara Charles Gozali membeberkan bahwa ada sebuah adegan ekstrem dalam filmnya yang tidak akan lolos standar keamanan produksi Netflix. Hal ini disampaikan Gozali dalam konferensi pers perilisan trailer dan poster film pasa Rabu 24 September 2025, yang akan tayang 23 Oktober 2025 mendatang.
Pengakuan ini menambah daftar alasan mengapa film yang diproduseri oleh Linda Gozali dan Salman Aristo ini layak dinantikan. Tumbal Darah berani menyuguhkan teror dengan cara yang jarang ditemui di film horor Indonesia. Film ini berfokus pada kisah Jefri (Marthino Lio), seorang penagih utang yang terpaksa membawa istrinya, Ella (Sallum Ratu Ke), ke sebuah klinik bersalin misterius di tengah kondisi darurat. Tanpa mereka sadari, klinik itu adalah pusat ritual sesat.
”Ada adegan berbahaya di ending film ini yang kami lakukan, yang pada saat kemarin kami diundang sama Netflix untuk review soal safety membuat film laga, hal itu sudah dilarang,” ungkap Charles Gozali. Ia menambahkan bahwa adegan tersebut tidak akan diizinkan jika Tumbal Darah adalah film orisinal Netflix. Beruntung, film ini bukan produksi eksklusif Netflix, sehingga adegan tersebut bisa dipertahankan untuk penayangan di bioskop.
Film ini rencananya akan tayang serentak di bioskop pada bulan depan, dan diharapkan bisa menjadi salah satu film horor Indonesia yang sukses, menyusul tren tingginya minat penonton terhadap genre horor belakangan ini.
















Discussion about this post