Nama Rio Dewanto lama tak terdengar di dunia sinetron. Selama 13 tahun, ia lebih dikenal sebagai aktor film dengan karakter kuat dan pilihan proyek yang selektif. Namun lewat sinetron terbaru SCTV, Jejak Duka Diandra, Rio akhirnya memutuskan “pulang” ke layar kaca.
Keputusan ini diambil bukan karena tren atau nostalgia semata. Rio mengaku rindu merasakan kedekatan emosional dengan penonton televisi, sesuatu yang menurutnya sulit didapatkan di medium lain. Sinetron, bagi Rio, punya ruang tersendiri untuk membangun ikatan panjang antara karakter dan pemirsa.
Jejak Duka Diandra menjadi titik balik karena menghadirkan cerita yang membumi dan sarat emosi. Karakter yang ia perankan digambarkan sebagai sosok dewasa dengan luka batin yang tak selesai, membuat Rio merasa punya kedekatan personal dengan perjalanan tokoh tersebut.
Selain ceritanya, perubahan kualitas sinetron juga menjadi faktor penting. Rio melihat industri televisi kini lebih berani menghadirkan visual sinematik, konflik yang relevan, dan pendekatan akting yang lebih realistis. Hal ini membuatnya merasa nyaman kembali ke ritme syuting sinetron yang intens.
Comeback ini juga menjadi momen refleksi bagi Rio Dewanto. Setelah bertahun-tahun berkarya di film, ia ingin kembali menyentuh penonton rumahan yang dulu mengawali perjalanan kariernya. Ia berharap kehadirannya di Jejak Duka Diandra bisa memberi warna baru sekaligus emosi yang lebih jujur.
Kembalinya Rio ke layar kaca pun langsung mencuri perhatian. Banyak penonton yang penasaran melihat sisi baru Rio Dewanto di sinetron, sekaligus menantikan bagaimana karakter yang ia mainkan berkembang dari episode ke episode.1














