Drama China Put Your Head on My Shoulder menjadi salah satu tontonan romantis yang masih sering direkomendasikan hingga kini. Bukan tanpa alasan, serial ini menyajikan kisah cinta sederhana namun terasa hangat dan dekat dengan kehidupan nyata, terutama bagi penonton usia muda yang sedang mencari arah hidup.
Cerita berpusat pada Si Tu Mo, mahasiswi jurusan akuntansi yang berada di persimpangan hidup menjelang kelulusan. Di tengah kebingungannya menentukan masa depan, ia justru dipertemukan dengan Gu Wei Yi, mahasiswa fisika jenius dengan kepribadian dingin, logis, dan nyaris tanpa basa-basi soal perasaan.
Pertemuan mereka yang awalnya terasa canggung berubah menjadi kebersamaan tak terduga ketika keduanya harus tinggal di bawah satu atap. Dari sinilah benih-benih perasaan mulai tumbuh, bukan lewat rayuan berlebihan, melainkan melalui rutinitas kecil sehari-hari yang perlahan mengikat hati.
Keunikan Put Your Head on My Shoulder terletak pada cara cerita dibangun. Hubungan Si Tu Mo dan Gu Wei Yi berkembang secara natural, penuh momen kikuk, dialog ringan, serta perhatian-perhatian kecil yang justru terasa romantis. Tanpa konflik besar yang menguras emosi, drama ini sukses membuat penonton tersenyum, tersentuh, dan diam-diam terbawa perasaan.
Selain mengangkat kisah cinta, drama ini juga menyoroti proses pencarian jati diri, tekanan akademik, serta pilihan hidup setelah lulus kuliah. Hal tersebut membuat ceritanya terasa relevan dan mudah diterima oleh banyak penonton.
Dengan alur yang lembut, chemistry kuat antar pemain, serta suasana cerita yang menenangkan, Put Your Head on My Shoulder cocok ditonton bagi siapa pun yang ingin menikmati romansa ringan namun berkesan. Siap-siap jatuh cinta tanpa sadar — karena drama ini memang jagonya bikin baper pelan-pelan.















