Jakarta – Ramadan selalu menjadi momentum istimewa bagi Kartika Putri dan sang suami, Habib Usman bin Yahya. Selama lebih dari dua dekade, mereka konsisten menggelar buka puasa bersama dan tarawih berjamaah setiap malam 27 Ramadan.
Kegiatan ini telah berlangsung sekitar 21 tahun dan menjadi agenda rutin yang selalu dinantikan jamaah. Setiap tahunnya, ribuan orang dari berbagai wilayah, terutama Jabodetabek, hadir untuk mengikuti rangkaian ibadah tersebut.
“Setiap malam 27 Ramadan kita siapkan buka puasa bersama, lalu tarawih berjamaah. Tujuannya tentu ingin mencari ridha Allah dan berharap bisa mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar,” ujar Kartika Putri.
Ia mengatakan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi umat Muslim agar tidak melemahkan ibadah di penghujung Ramadan. Menurutnya, banyak orang mulai disibukkan dengan persiapan Lebaran seperti membeli pakaian atau menyiapkan hidangan, sehingga kualitas ibadah justru menurun.
“Biasanya di akhir Ramadan orang sudah sibuk beli baju Lebaran atau urusan dapur. Akhirnya ibadahnya mulai kendor. Padahal justru di malam-malam ganjil itulah kita dianjurkan untuk lebih menghidupkan ibadah,” katanya.
Kartika juga mengajak umat Muslim memanfaatkan sisa hari Ramadan untuk memperbaiki diri, mulai dari memperbanyak membaca Al-Qur’an, menjaga pandangan, hingga meningkatkan ibadah malam.
“Kalau masih ada yang belum khatam Al-Qur’an, ayo dikejar. Yang belum bangun malam, ayo mulai. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki ibadah di akhir Ramadan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, jumlah jamaah yang hadir bisa mencapai 10 hingga 12 ribu orang. Mereka datang secara bergelombang, mulai dari waktu berbuka hingga setelah salat tarawih.
Kartika sendiri lebih banyak berperan di balik layar dengan membantu menyiapkan hidangan untuk para jamaah. Ia bahkan menyiapkan cadangan makanan dari dalam rumah untuk mengantisipasi kekurangan.
“Prinsip saya lebih baik berlebih supaya jamaah bisa membawa pulang untuk sahur daripada kurang. Yang penting semua kebagian dan bisa menikmati,” ujarnya.
Selain itu, Kartika juga menegaskan bahwa perempuan tidak perlu merasa bersalah jika tidak bisa beritikaf di masjid, terutama bagi para ibu yang memiliki tanggung jawab di rumah.
“Banyak perempuan yang merasa sedih tidak bisa itikaf. Padahal kalau mereka ikhlas mengurus keluarga, menyusui anak, menyiapkan sahur, pahalanya juga sangat besar di sisi Allah,” katanya.
Saat ini Kartika juga mulai kembali muncul di ruang publik setelah cukup lama membatasi aktivitasnya. Namun ia menegaskan kehadirannya bukan lagi sekadar untuk hiburan, melainkan lebih kepada berbagi pengalaman dan manfaat.
“Kalau dulu fokusnya menghibur, sekarang lebih ingin bermanfaat. Kalau ada kesempatan berbagi kebaikan, kenapa tidak,” ujarnya.
Menjelang Idulfitri tahun ini, Kartika dan keluarga bahkan berencana menjalankan ibadah umrah. Mereka dijadwalkan berangkat pada 19 Ramadan dan akan menghabiskan waktu di Madinah sebelum melanjutkan ibadah di Makkah.
“Insya Allah setelah Ramadan kami berangkat umrah. Mudah-mudahan bisa memanfaatkan momen ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.(SilviAnd)















