Setelah empat tahun menjalani hubungan yang jauh dari kata biasa, Yasmin Napper dan Giorgino Abraham akhirnya sepakat mengakhiri kisah asmara mereka. Bukan dengan drama, bukan pula dengan saling menyalahkan, melainkan dengan keputusan yang lahir dari proses panjang dan kedewasaan.
Hubungan yang terjalin sejak 2021 itu tumbuh di tengah sorotan publik. Keduanya kerap disebut sebagai pasangan muda yang tampak serasi, saling mendukung karier, dan jarang terseret gosip miring. Namun di balik layar, Yasmin dan Giorgino menyimpan perjalanan yang tidak selalu mudah.
Melalui unggahan tertutup di media sosial, Yasmin mengisyaratkan bahwa keputusan berpisah diambil setelah banyak refleksi. Mereka memilih memberi ruang bagi diri masing-masing untuk bertumbuh, tanpa menghapus rasa hormat dan kenangan yang telah terbangun selama ini.
Isu perbedaan keyakinan yang sempat menjadi perbincangan publik pun tak lagi dijadikan pusat cerita. Alih-alih menyoroti alasan spesifik, perpisahan ini justru terasa sebagai pilihan sadar dua orang dewasa yang memahami batas dan arah hidup masing-masing.
Tak ada pernyataan saling sindir, tak ada pula drama berlarut. Yasmin dan Giorgino memilih jalan sunyi: melangkah terpisah dengan tetap membawa doa dan dukungan satu sama lain.
Bagi banyak penggemar, kabar ini memang meninggalkan rasa kehilangan. Namun kisah Yasmin Napper dan Giorgino Abraham menjadi pengingat bahwa tidak semua hubungan harus berakhir di pelaminan untuk disebut berarti. Ada yang selesai karena sudah mengajarkan cukup banyak hal.E














