Jakarta — Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Bareskrim Polri, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/4). Aksi ini menjadi bentuk tekanan publik agar aparat penegak hukum membuka secara transparan penanganan kasus yang menjerat seorang Bhayangkari bernama Vanessa.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut diikuti oleh aktivis JUSTICE, tim kuasa hukum, serta pihak keluarga Vanessa. Mereka menuntut kejelasan proses hukum yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya dan berpotensi merugikan pihak yang dianggap sebagai korban.
Sekretaris Jenderal GASKAN, Andi Muhammad Rifaldy, menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk serangan terhadap institusi kepolisian, melainkan dorongan agar integritas hukum tetap terjaga.
“Kami tidak datang untuk merendahkan Polri. Kami justru ingin menjaga marwah Polri dari oknum yang mencederai kepercayaan publik. Bebaskan Vanessa dan tuntaskan keadilan,” ujar Andi dalam orasinya.
Ia menjelaskan bahwa perkara ini awalnya berkaitan dengan persoalan administrasi kependudukan, namun berkembang menjadi kompleks dan dinilai penuh kejanggalan. Salah satu sorotan adalah dugaan ketidaksesuaian dalam proses penyidikan, termasuk penanganan oleh unit yang dianggap tidak relevan.
Pihak keluarga juga mengaku kesulitan menjenguk Vanessa sejak penahanannya pada 12 Februari 2026. Selain itu, pengajuan penangguhan penahanan dan permintaan gelar perkara khusus oleh tim kuasa hukum disebut belum mendapat kejelasan dari penyidik.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai poster dan spanduk berisi tuntutan keadilan, serta mendesak pimpinan Polri untuk turun tangan mengevaluasi penanganan kasus. Mereka juga meminta perhatian dari DPR RI dan lembaga peradilan guna memastikan tidak terjadi kriminalisasi atau penyalahgunaan wewenang.
Menurut Andi, kasus ini memiliki dampak lebih luas dari sekadar persoalan individu.
“Jika seorang Bhayangkari saja bisa mengalami hal seperti ini, bagaimana dengan masyarakat biasa? Ini menjadi alarm bagi kita semua,” katanya.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri terkait tuntutan yang disampaikan massa. GASKAN menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum dan keadilan bagi Vanessa.(Silvia Andriani)














Discussion about this post